2009年7月30日星期四

Cara menentukan dan menghitung Postur tubuh ideal bagi masyarakat awam




Cara menentukan dan menghitung Postur tubuh ideal bagi masyarakat awam



Body Mass Index (BMI) atau dalam bahasa Indonesia disebut Index Masa Tubuh (IMT) adalah sebuah ukuran “berat terhadap tinggi” badan yang umum digunakan untuk menggolongkan orang dewasa ke dalam kategori Underweight (kekurangan berat badan), Overweight (kelebihan berat badan) dan Obesitas (kegemukan). Rumus atau cara menghitung BMI sangat mudah, yaitu dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan kuadrat dari tinggi badan dalam meter (kg/m².

Lalu hasil dari BMI tersebut dapat dicocokkan pada Tabel Klasifikasi Internasional dari Underweight, Overweight dan Obesitas pada Orang Dewasa yang disepakati oleh organisasi kesehatan dunia, WHO sebagai berikut :




Contoh: Berat badan saya adalah 77 kg dan tinggi saya adalah 176 cm. Maka BMI saya adalah 77/(1,76)? = 24.86 kg/m?. Bila dicocokkan dalam tabel di atas maka saya masih masuk dalam kategori normal.

Nilai BMI dipengaruhi oleh usia namun sama pada kedua jenis kelamin. Nilai BMI dapat tidak sesuai pada derajat kegemukan dari populasi yang berbeda, dalam hubungannya dengan perbedaan proporsi tubuh. Sebagai contoh, ada orang Amerika dan orang Asia yang memiliki nilai BMI yang sama. Namun dilihat dari kenyataan, orang Asia tersebut memiliki proporsi massa lemak yang lebih banyak dari pada massa otot dibandingkan dengan orang Amerika. Analogi lain, mana yang lebih berat ‘lemak 40kg + otot 10kg’ atau ‘lemak 20kg + otot 30kg’ ? Sama saja kan?

PENYEBARAN LEMAK

Lingkar Pinggang dan Perbandingan antara lingkar pinggang dengan lingkar pinggul

Mengetahui jumlah total lemak di dalam tubuh adalah hal utama untuk mengetahui tingkat obesitas dan bahaya kesehatan yang ditimbulkannya, hal lain yang juga tak kalah penting adalah mengetahui distribusi atau lokasi lemak tersebut.

Lemak yang berada di sekitar perut memberikan resiko kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan lemak di daerah paha atau bagian tubuh.yang lain. Suatu metoda yang sederhana namun cukup akurat untuk mengetahui hal tersebut adalah lingkar pinggang.

Perlu ditekankan bahwa resiko penyakit yang berhubungan dengan lingkar pinggang adalah bervariasi pada populasi dan kelompok etnik yang berbeda. Sebagai contoh, lemak di sekitar perut pada wanita kulit hitam kurang menunjukan hubungan yang kuat dengan resiko penyakit jantung dan diabetes dibandingkan dengan wanita kulit putih. Oleh karena itu, diperlukan nilai maksimum (cut-off points) yang lebih spesifik berdasarkan seks dan populasi.

Bentuk Tubuh

Cara lain untuk mengetahui distribusi lemak tubuh adalah dengan cara melihat bentuk tubuh. Terdapat 3 macam bentuk tubuh berdasarkan karakteristik distribusi lemak.


Gynoid (Bentuk Peer)

Lemak disimpan di sekitar pinggul dan bokong Tipe ini cenderung dimiliki wanita. Resiko terhadap penyakit pada tipe gynoid umumnya kecil, kecuali resiko terhadap penyakit arthritis dan varises vena (varicose veins).






Apple Shape (Android)
Biasanya terdapat pada pria. dimana lemak tertumpuk di sekitar perut. Resiko kesehatan pada tipe ini lebih tinggi dibandingkan dengan tipe Gynoid, karena sel-sel lemak di sekitar perut lebih siap melepaskan lemaknya ke dalam pembuluh darah dibandingkan dengan sel-sel lemak di tempat lain. Lemak yang masuk ke dalam pembuluh darah dapat menyebabkan penyempitan arteri (hipertensi), diabetes, penyakit gallbladder, stroke, dan jenis kanker tertentu (payudara dan endometrium).




Ovid (Bentuk Kotak Buah)
Ciri dari tipe ini adalah "besar di seluruh bagian badan". Tipe Ovid umumnya terdapat pada orang-orang yang gemuk secara genetik









Melihat hal tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa seorang pria kurus dengan perut gendut lebih beresiko dibandingkan dengan pria yang lebih gemuk dengan perut lebih kecil.
Postur tubuh ideal dinilai dari pengukuran antropometri untuk menilai apakah komponen tubuh tersebut sesuai dengan standard normal atau ideal. Pengukuran antropometri yang paling sering digunakan adalah rasio antara berat badan (kg) dan tinggi badan (m) kuadrat, yang disebut Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai berikut :

Indeks Massa tubuh sama dengan Body Mass Index


Bila IMT > 30 orang tersebut menderita obesitas dan perlu diwaspadai karena biasanya orang tesebut juga menderita penyakit degeneratif seperti Diabetes Melitus, hipertensi, hiperkolesterol dan kelainan metabolisme lain yang memerlukan pemeriksaan lanjut baik klinis atau laboratorium.

Contoh cara perhitungannya sebagai berikut :

Bagaimana Cara Mengukur Kelebihan Berat Badan dan Kegemukan?

Seringkali kita menyamakan antara kelebihan berat badan dan kegemukan, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda. Kelebihan berat badan adalah kondisi dimana berat badan melebihi berat badan normal. Sedangkan kegemukan adalah kondisi adanya berat badan melebihi berat badan normal dan kelebihan lemak tubuh sehingga berat badan jauh diatas normal.

Untuk menentukan apakah seseorang menderita kelebihan berat badan atau kegemukan, tidak hanya dilihat dari bentuk tubuh melainkan juga dari penilaian Indeks Massa Tubuh (IMT). Cara menghitungnya cukup sederhana, yaitu dengan membagi berat badan dalam kilogram (kg) dengan tinggi tubuh dalam meter lalu dikuadratkan (m2).

Contoh menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT):

Berat Badan (BB) : 80 kg, Tinggi Badan (TB): 160 cm = 1,6 m

IMT : BB (Kg) = 80 = 31,25 Kg/m2
TB (m)2 (1,6)2

Dengan nilai tersebut, Anda sudah masuk kategori: Kegemukan (Obesitas)

Menurut klasifikasi World Health Organization (WHO), jika seseorang memiliki nilai IMT > 30 maka orang tersebut dikategorikan dalam kondisi kegemukan (obesitas), dan jika nilai IMT > 25 – 29,9 maka orang tersebut dikategorikan dalam kondisi Overweight.

Berikut tabel klasifikasi nilai IMT:

Kategori IMT (kg/m2) Resiko penyakit penyerta
Underweight
Digunakan pada umur 18+
Menurut FAO dan WHO :

1. Batas IMT untuk laki-laki normal 20,1-25,0

2. Batas IMT untuk perempuan normal 18,7-23,9

IMT= Berat Badan / (Tinggi Badan* tinggi badan [m])

Range IMT :

1. Kurus [Berat] <>

KIAT SUKSES LANGSING DENGAN DIET RENDAH KALORI





KIAT SUKSES LANGSING DENGAN DIET RENDAH KALORI
Us Radjah





Gemuk bukan suatu bukti bahwa kita sudah hidup lebih mamur. Gemuk sebaiknya lebih diwaspadai sebagai suatu tanda kelebihan zat gizi atau kelebihan jumlah makanan yang kita konsumsi. Organisasi Kesehatan Dunia /World Helath Organisation (WHO) menyebutkan, kegemukan/obesitas merupakan penyakit epidemi dunia yang harus diberantas karena komplikasi yang ditimbulkan. Lakukan diet rendah kalori sekarang juga sebelum beragam penyakit menghampiri Anda.

Penelitian selama enam bulan yang dilakukan Universitas Louisiana State, Amerika Serikat dan diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association pada 5 April lalu, menunjukkan bahwa mengurangi kalori menurunkan tingkat insulin dan suhu tubuh yang utama.

Seorang pakar dari Inggris mengatakan penelitian itu menarik tetapi banyak faktor lain yang mempengaruhi usia harapan hidup. Diketahui bahwa mengurangi jumlah kalori pada makanan tikus dan hewan-hewan lainnya memperpanjang usia mereka.

Menurut penelitian, membatasi jumlah kalori yang dicerna oleh tubuh mempengaruhi proses metabolisme dan kepekaan terhadap insulin dan tentunya menjaga berat badan pada skala sehat.

Riset yang dipimpin Dr. Eric Ravussin dari Pennington Biomedical Research Center, Louisiana State University ini melibatkan 48 pria dan wanita gemuk dalam keadaan sehat namun tidak ada yang rajin berolahraga, pada periode Maret 2004 sampai Agustus 2004.

Kelompok pertama diminta mentaati pola makan yang mempertahankan berat badan mereka dan kelompok kedua harus mengurangi kalori yang dimakan sebesar 25 persen. Kelompok ketiga diharuskan membatasi kalori yang dimakan dan berolahraga. Sementara kelompok keempat menjalani diet sangat rendah kalori sampai berat badan mereka susut 15 persen, yang kemudian dilanjutkan dengan pola makan sehat untu mempertahankan berat badan mereka.

Setelah enam bulan, kelompok yang tidak melakukan diet rata-rata kehilangan 1 persen berat badan mereka, sementara berat badan kelompok yang dibatasi kalorinya turun 10,4 persen.

Berat mereka yang kalorinya dikurangi dan harus berolahraga susut 10 persen sementara kelompok keempat yang melakukan diet kalori sangat ketat, turun 13,9 persen.

Tingkat insulin dilaporkan juga sangat berkurang di ketiga kelompok yang membatasi kalori. Tingkat insulin rendah adalah salah satu faktor yang ditemukan pada orang yang hidup melewati usia 100 tahun.




Gambar Kacy Collins, 34, partisipan yang sukses menjalani diet rendah kalori

Responden yang membatasi kalori juga memperlihatkan suhu tubuh lebih rendah, yang selama ini dikatakan membantu seseorang hidup lebih lama. Dengan suhu lebih rendah berarti tubuh manusia tidak perlu mengeluarkan energi berlebihan.


Kacy Collins, 34, karyawati dari Baton Rouge, yang setiap harinya tak banyak melakukan gerak dan menghabiskan waktunya di belakang meja bergabung dalam penelitian ini untuk menurunkan berat badan dan mengurangi resiko penyakit yang gula dan jantung yang banyak dialami keluarganya.

Pada awalnya Collins mengaku sangat kesulitan membiasakan diri melakukan diet rendah kalori, mengurangi makanan manis dan meningkatkan aktivitas olah tubuh setiap hari. Selama masa diet Collins banyak makan buah dan sayur yang membuat perutnya terasa kenyang. Meskipun dia bosan, namun dia mendapat hasil yang dia inginkan, berat badan turun sekitar 30 pon (15 kg) selama penelitian yang berakhir dua tahun silam. Saat ini Collins hanya merasakan keuntungan dari diet rendah kalori yang telah dijalaninya.

Perubahan pola makan serba instan, tinggi lemak, banyak mengandung gula dan protein, ditambah kurangnya olahraga menjadikan semakin banyak orang mengalami obesitas. Kondisi ini harus dicegah karena selain mengurangi estetika penampilan diri, obesitas juga memicu timbulnya beragam penyakit seperti diabetes melitus, stroke, darah tinggi, serangan jantung hingga kanker.

Obesitas terjadi karena adanya penumpukan lemak tubuh melebihi batas normal, ujar Dr. Waluyo Soerjodibroto, Sp.G, PhD, ahli gizi dari RSCM. Di dalam tubuh, kelebihan kalori akibat asupan makanan berlebih akan ditimbun dalam bentuk lemak. Jika lemak tidak dibakar untuk beraktifitas, timbunan lemak akan semakin menumpuk, hal inilah yang menyebabkan orang mengalami obesitas, imbuh Waluyo. Jika dulu, obesitas lebih didominasi orang-orang diatas 40 tahun. Saat ini remaja dan anak-anak juga banyak mengalami obesitas. Seperti penelitian yang dilakukan International Obesity Task Force (IOTF) bekerjasama dengan WHO, hasil penelitiannya menunjukan, satu dari sepuluh anak di dunia mengalami kelebihan berat badan. Bahayanya lagi, obesitas pada anak beresiko menimbulkan kebutaan ketika usianya 20-an dan setelah usia 35 tahun biasanya menderita gangguan ginjal, diabetes dan darah tinggi, papar Prof.Philip James, ketua IOTF.


Kecenderungan meningkatnya obesitas disebabkan banyak faktor, seperti kelebihan konsumsi makanan karena ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang meningkat. Kurangnya aktifitas fisik dan olahraga juga menjadi penyebab lainnya. Sebagian kasus obesitas juga bisa disebabkan faktor psikologis, seperti stress yang dapat memicu sebagian orang menjadi lebih banyak makan. Walaupun belum ada penelitian pasti, faktor genetik juga diduga menjadi penyebab lain dari obesitas.


Apakah anda obesitas?

Untuk mengetahui apakah tubuh kita mengalami obesitas sebenarnya mudah dan bisa dilakukan sendiri. Menurut Waluyo, untuk menentukan seseorang mengalami obesitas atau tidak bisa dilakukan dengan pengukuran Body Mass Index (BMI), standar yang sudah ditetapkan WHO. Caranya, BMI diukur menggunakan rumus berat badan (kg) : tinggi badan2 (m2) sehingga satuannya kg/m2. contohnya jika berat badan Anda 70 kg dan tinggi badan 1,65m, perhitunganya adalah 70: (1,65 x 1,65) = 25,3. dari tabel BMI, Anda termasuk overweight.

Anda dapat menguji kegemukan cara tes berikut:
  • Bercerminlah, perhatikan wajah, lengan, pinggang dan pinggul Anda
  • Cubitlah bagian belakang lengan atas dengan telunjuk dan ibu jari.
  • Jika terasa tebalnya lebih dari 2,5 sentimeter, berarti Anda tergolong gemuk.
  • Ukurlah tinggi dan berat badan Anda. Berat ideal adalah (tinggi-100)-10 persen. Contoh: bila tinggi anda 160 cm, maka berat yang sebaiknya adalah 160-100-(10%x60)= 54 kg. Jika tubuh Anda berkerangka besar dan sering olahraga, berat sampai 20 persen di atas berat badan ideal juga masih normal. Namun jika Anda berkerangka kecil dan jarang olah raga berat, sampai 10% di bawah berat ideal juga masih normal. Berat badan Anda ketika usia 25 tahun biasanya ideal.
  • Bila mengalami gemuk di daerah perut. Ini sangat berbahaya, karena berarti organ-organ penting tidak dapat bekerja dengan baik.
  • Ukurlah lingkar pinggang. Bila angkanya lebih dari 95 cm dan atau lebih 85 cm (wanita) maka sudah tergolong gemuk. Orang yang terlalu gemuk memang kurang lincah. Mereka juga lebih mudah kena penyakit jantung, tekanan darah tinggi, ginjal, hati, kencing manis serta sukar mengatasi penyakit kantong empedu, rhematik, dan asma.


Umur (th) Berat Badan Kebutuhan Kalori


PRIA
10-12 30 1.950
13-15 40 2.200
16-19 53 2.360
20-59 56 2.700
>60 56 1.960

WANITA
10-12 32 1.750
13-15 42 1.900
16-19 46 1.850
20-59 50 2.100
>60 50 1.700

BMI Weight Status
Di bawah 18.5 : Underweight
18.5-24.9 : Normal
25.0-29.9 : Overweight
30. ke atas : Obese
Sumber: National Health Institut


Kendalikan dengan diet rendah kalori


Banyak cara bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan, Waluyo menyarankan melakukan pengaturan asupan makanan dengan diet rendah kalori untuk menurunkan dan mengontrol berat badan ideal. Diet rendah kalori ini digolongkan menjadi tiga jenis, diet rendah kalori I dengan asupan kalori perhari 1200 kal, jenis ini mampu menurunkan berat badan dengan cepat namun beresiko tubuh kekurangan vitamin B kompleks. Diet rendah kalori II dengan asupan kalori 1500 kal terbukti efektif menurunkan berat badan. Diet kalori golongan ke III dengan asupan kalori 1700 kal/hari, diet golongan ke tiga asupan kalorinya lumayan banyak sehingga harus diimbangi dengan olahraga teratur agar lebih efektif menurunkan berat badan. Dari ketiga jenis ini diet golongan II paling banyak dilakukan karena jumlah kalornya tidak terlalu sedikit sehigga tidak menimbulkan rasa terlalu lapar bagi yang menjalani.


Berikut contoh menu diet rendah kalori II selama satu hari.

Bahan Pangan Pagi Siang Malam
Beras 30 g 35 g 35 g
Telur 50g - -
Sayuran 100g 150g 150g
Gula pasir 10 g - -
Daging - 100g 50g
Tempe/Tahu - 50g 50g
Minyak - 10g 5g
Buah 100g 100g 100g
Diadaptasi dari: Penuntun Diit, bagian Gizi RSCM dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia


Tip Sukses Diet Rendah Kalori
Diet keras Anda tidak akan berhasil jika tidak memperhatikan hal-hal berikut ini
  1. Hindari ngemil makanan berlemak, kue-kue manis berbahan tepung, cokelat dan ice cream karena walaupun sedikit bahan pangan ini berkalori tinggi.
  2. Jika timbul rasa lapar dan belum saatnya makan, atasi dengan mengkonsumsi buah atau sayuran karena bahan pangan ini kaya serat yang akan memberikan rasa kenyang lebih lama.
  3. Jangan mengolah bahan pangan dengan digoreng, gunakan metode memasak dikukus, direbus atau dipanggang. Metode memasak ini tidak menggunakan minyak sehingga konsumsi lemak dapat diminimalkan.
  4. Hindari sumber karbohidrat simpleks seperti gula, permen dan sirup. Konsumsi karbohidrat kompleks seperti kentang, nasi, roti dan jagung, jenis karbohidrat ini lebih lambat diserap tubuh.
  5. Jika membeli daging, pilih daging tanpa lemak, hindari jeroan, kulit dan brutu. Bagian ini merupakan sumber lemak.
  6. Olah raga teratur agar kelebihan lemak bisa dibakar
  7. Kontrol diri dan disiplin yang tinggi sangat mempengaruhi keberhasilan diet Anda

Sumber :
http://images.google.co.id/imgres?imgurl=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYnpG0w83Fh1J5NqP7GudcDiolqWstakI7iKqu29n5AmW5PLkk-z9x4-Fm38gCzIh0wn7zcBe2PZzj_bhrOwL14IzwB2K838BX074LBq7tU4ud043qjGWfys85xzE4Zbh5X-ANEvWCmuaC/s320/j0400600.jpg&imgrefurl=http://budiboga.blogspot.com/2007/01/rahasia-sukses-diet-rendah-kalori.html&usg=__2Ma6WlaxdH7iTeZXtx7iHBMMyw8=&h=320&w=256&sz=15&hl=id&start=39&um=1&tbnid=v1wIpRFpLr2JLM:&tbnh=118&tbnw=94&prev=/images%3Fq%3Dprogram%2Bstudi%2Bgizi%26imgcolor%3Dyellow%26ndsp%3D20%26hl%3Did%26sa%3DN%26start%3D20%26um%3D1

http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1139208533,59551,
http://www.kapanlagi.com/a/awet-muda-dengan-diet-rendah-kalori.html

2009年7月21日星期二

13 sifat perempuan yang tidak disukai laki-laki


Buat cewek-cewek yang cakep, yang manis,yang ayu, yang sexy dan bahenol dan sejenis nya gw ada tips nich buat kalian agar berjaga-jaga di saat masa aktif remaja kalian sudah mulai habis... ketika mau memasuki mahligai rumah tangga agar disukai dan dicintai laki-laki atau suami karena tidak ada arti kecantikan kalian yang sementara itu walau kalian secantik Akane souma



semanis apapun kalian walaupun melebihi manisnya Dona



seayu apapun kalian melebihi ayunya Aura Kasih




sesexy apapun kalian walau melebihi sexynya Ria Sakurai



dan sebahenol apapun kalian walau melebihi bahenolnya Julia Perez



Karena sudah pasti 95 % dari kalian akan mempunyai suami ( 5 % lagi kali gak dapat jodoh atau malas kawin...he..he..he..), jadi buatlah suami betah dengan kalian dan menyukai kalian seumur hidup kalian. hindari agar suami tidak berselingkuh dan sejenisnya.

Mengapa para suami mereka lari dari rumah? seperti yang saya kutip dari Dakwatuna ( kalau kalian mau lihat contoh survey nya langsung aja ke situ ) salah satu Pusat Kajian di Eropa telah mengadakan survai seputar 20 sifat perempuan yang paling tidak disukai laki-laki. Survai ini diikuti oleh dua ribu (2000) peserta laki-laki dari beragam umur, beragam wawasan dan beragam tingkat pendidikan.

Nach lo..Survai sudah menguatkan bahwa ada 13 sifat atau tipe perempuan yang tidak disukai laki-laki, jadi jangan sampai memiliki sifat yang dibawah ini:

1.perempuan yang kelaki-lakian

Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang paling tidak disukai laki-laki. Padahal banyak perempuan terpandang berkeyakinan bahwa laki-laki mencintai perempuan “yang memiliki sifat perkasa”. Namun survai itu justru sebaliknya, bahwa para peserta survai dari kalangan laki-laki menguatkan bahwa perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara fitrah. Mereka menilai bahwa perangai itu tidak asli milik perempuan. Seperti sifat penunjukan diri lebih kuat secara fisik, sebagaimana mereka menyaingi laki-laki dalam berbagai bidang kerja, terutama bidang yang semestinya hanya untuk laki-laki… Mereka bersuara lantang menuntut haknya dalam dunia kepemimpinan dan jabatan tinggi! Sebagian besar pemuda yang ikut serta dalam survai ini mengaku tidak suka berhubungan dengan tipe perempuan seperti ini.

2. perempuan yang tidak bisa menahan lisannya

Tipe perempuan ini menempati urutan kedua dari sifat yang tidak disukai laki-laki, karena perempuan yang banyak omong dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk berbicara, menyampaikan pendapatnya, umumnya lebih banyak memaksa dan egois. Karena itu kehidupan rumah tangga terancam tidak bisa bertahan lebih lama, bahkan berubah menjadi “neraka”.

3. perempuan materialistis

Adalah tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan dan materi. Segala sesuatu dinilai dengan harga dan uang. Tidak suka ada pengganti selain materi, meskipun ia lebih kaya dari suaminya.

4. perempuan pemalas

Tipe perempuan ini menempati urutan keempat dari sifat perempuan yang tidak disukai laki-laki.

5. perempuan bodoh

Yaitu tipe perempuan yang tidak memiliki pendapat, tidak punya ide dan hanya bersikap pasif.

6. perempuan pembohong

Tipe perempuan yang tidak bisa dipercaya, suka berbohong, tidak berkata sebenarnya, baik menyangkut masalah serius, besar atau masalah sepele dan remah. Tipe perempuan ini sangat ditakuti laki-laki, karena tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya, dan umumnya berkhianat terhadap suaminya.

7. perempuan yang mengaku serba hebat

Tipe perempuan ini selalu menyangka dirinya paling pintar, ia lebih hebat dibandingkan dengan lainnya, dibandingkan suaminya, anaknya, di tempat kerjanya, dan kedudukan materi lainnya…

8. perempuan sok jagoan, tidak mau kalah dengan suaminya

Tipe perempuan yang selalu menunjukkan kekuatan fisiknya setiap saat.

9. perempuan yang iri dengan perempuan lainnya.

Adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan lain.

10. perempuan murahan

Tipe perempuan pasaran yang mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di tengah-tengah masyarakat.

11. perempuan yang perasa

Tipe perempuan seperti ini banyak menangis yang mengakibatkan laki-laki terpukul dan terpengaruh semenjak awal. Suami menjadi masyghul dengan sikap cengengnya.

12. perempuan pencemburu yang berlebihan

Sehingga menyebabkan kehidupan suaminya terperangkap dalam perselisihan, persengketaan tak berkesudahan.

13. perempuan fanatis

Model perempuan yang tidak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan meskipun itu benar dan ia membutuhkannya. Ia tidak mau menerima perubahan dari suaminya atau anak-anaknya, baik dalam urusan pribadi atau urusan rumah tangganya secara umum. Model seperti ini memiliki kemampuan untuk nerimo dengan satu kata, satu cara, setiap harinya selama tiga puluh tahun, tanpa ada rasa jenuh!

Semoga bermamfaat buat para wanita dan pria...ciyeee, buat para pria hati-hati dengan tipe wanita yang memiliki 50 % sifat di atas.

Sekedar sharing ya para nona manis jangan ngambek ya.


Sumber

http://images.google.co.id/imgres?imgurl=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgE2z2FPY3uqVTTPzwVMBJwlI1h54HiGnVopqdvUTYta029oVGOi1vBV56ps-KbeHlVBrwemwgEyRMFQq5Zgw5X3qdJaDw_k7Khyphenhyphen47zZj3P0wSN1Xz4pDg17apOrLJHfzWmlKNXfdZBdTE/s320/23262784.jpg&imgrefurl=http://bangbaka.blogspot.com/2008/12/makna-ciuman-menurut-dosen-dosen.html&usg=__YViGIls7PQ4nfCWJezQqUBPDYDA=&h=243&w=250&sz=14&hl=id&start=55&tbnid=-ftg7H9YiNtvlM:&tbnh=108&tbnw=111&prev=/images%3Fq%3DCiuman%2BPemanasan%26gbv%3D2%26ndsp%3D20%26hl%3Did%26sa%3DN%26start%3D40

ARTI CIUMAN MENURUT TANGGAPAN BEBERAPA DOSEN


ARTI CIUMAN MENURUT TANGGAPAN BEBERAPA DOSEN

  1. Dosen Fisika : Ciuman adalah gaya tarik menarik antara dua mulut dimana jarak antara satu titik dengan titik yang lain adalah nol.
  2. Dosen Kimia : Ciuman adalah reaksi akibat interaksi dari senyawa yang dikeluarkan oleh dua hati.
  3. Dosen Mikrobiologi : Ciuman adalah pertukaran bakteri uniseksual di dalam air liur.
  4. Dosen Biologi: Ciuman adalah menyatunya dua otot orbicularisoris dalam keadaan kontraksi.
  5. Dosen Ekonomi : Ciuman adalah sesuatu di mana permintaan lebih besar dari pada penawaran.
  6. Dosen Statistik : Ciuman adalah kejadian yang peluangnya bisa sangat tergantung dari angka statistik berikut: 36-24-36.
  7. Dosen Teknik: Ciuman? Apa itu..?
  8. Dosen Elektro : Ciuman Adalah bertemu antara ion positif dan negative yang mengakibatkan arus lemah menjadi arus kuat…
  9. Dosen Kedokteran : Kontak fisik secara langsung yang berakibatkan aliran darah ke organ reproduksi meningkat
  10. Dosen Psikologi : Ciuman adalah proses penjiwaan terhadap pola pikir seseorang untuk mengetahui akan kenikmatan….
  11. Ciuman menurut dosen program komputer: If kiss >= Hot then go to bedroom else go to bathroom end.
  12. Ciuman Menurut Dosen Seni : Ciuman adalah sesuatu yang indah bila dinikmati bersama
  13. Ciuman menurut guru olahraga : jika berciuman berkategori sangat hot, sama besar dengan kalori yang terbuang untuk berjalan tergopoh-gopoh (brisk walking)
  14. Ciuman menurut dosen politik (ilmu transformasi konflik) : ciuman adalah kemampuan untuk mentransformasi gesekan-gesekan konflik dari dua kelompok berbeda sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang positif (win win solution: “semua senang,semua nyaman..semua melayang)
  15. Ciuman menurut dosen matematika (teori kemungkinan) : Ciuman itu gambling, sekarang nyium Tinggal tunggu balasannya, digampar ato dibalas cium…
    Ciuman menurut Dosen olahraga (again) : Ciuman adalah suatu peregangan & pemanasan untuk “olahraga” yang lebih berat….
  16. Menurut dosen kewiraan : Ciuman adalah hak yang dimiliki oleh seorang pasangan yang hubungannya telah diakui oleh negara berdasarkan hukum dan undang-undang yang berlaku.
  17. Menurut dosen bahasa : Ciuman adalah berasal dari sebuah kata dasar “cium” yang mendapatkan akhiran “an”.
  18. Menurut dosen seksiologi : Ciuman adalah suatu teknik rangsangan dan pemanasan (foreplay) dimana tahapan ini menyentuh titik titik rangsangan di seluruh tubuh…
  19. Menurut anaknya dosen : Ciuman adalah temannya ciunyil, ciucrit, ciusrok.
lalu Apa Arti CiumanMenurut Anda?
Sumber :
http://images.google.co.id/imgres?imgurl=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgE2z2FPY3uqVTTPzwVMBJwlI1h54HiGnVopqdvUTYta029oVGOi1vBV56ps-KbeHlVBrwemwgEyRMFQq5Zgw5X3qdJaDw_k7Khyphenhyphen47zZj3P0wSN1Xz4pDg17apOrLJHfzWmlKNXfdZBdTE/s320/23262784.jpg&imgrefurl=http://bangbaka.blogspot.com/2008/12/makna-ciuman-menurut-dosen-dosen.html&usg=__YViGIls7PQ4nfCWJezQqUBPDYDA=&h=243&w=250&sz=14&hl=id&start=55&tbnid=-ftg7H9YiNtvlM:&tbnh=108&tbnw=111&prev=/images%3Fq%3DCiuman%2BPemanasan%26gbv%3D2%26ndsp%3D20%26hl%3Did%26sa%3DN%26start%3D40

MISTERI DIBALIK CIUMAN



sebelum berrbicara lebih jauh, terlebih dahulu mari kita kenali dulu beberapa model ciuman yang sering dilakukan oleh manusia pada saat ini

TEKNIK CIUMAN

Ciuman Pemanasan

Biasanya kita ngelakuin ini secara rileks dan tak sengaja. Walau begitu bisa menambah perasaan mesra dan sensasi yang luar biasa. Caranya? Gampang. Cukup saling menempelkan ujung bibir yang tertutup dengan bibir pasangan anda. Bisa juga dilakukan pada rambut, telapak atau punggung tangan, pipi, kening dan bagian dalam leher (favorit bini gw), dan seterusnya. Lebih bagus lagi lakukan dengan perlahan dan mata terpejam.

Ciuman Kering

Apa ya istilah tepatnya, tapi yang jelas, teknik ciuman ini dilakukan dengan “kering”, sedikit membuka mulut, tahan dengan lembut sebentar sembari menikmati getaran sensasinya. Nikmati aja dengan rileks. Trus bisa dilanjutkan dengan mengangkat perlahan dan mengulangi pada bagian lain semisal ujung jari, belahan bibir, mata, turun ke pangkal lengan sampai pangkal payudara.

Ciuman Basah

Berlawanan dengan yang di atas, ciuman ini dilakukan dengan membasahi mulut pakai lidah dengan gerakan memutar sampai bibir terlihat basah dan merekah. Setelah itu baru deh ciumkan ke bagian tubuh pasangan Anda. Dalam keadaan mencium, mainkan juga lidah Anda untuk membasahi daerah-daerah seperti bibir, leher, punggung, payudara, dan lainnya.

Ciuman Kulum

Ini favorit kita berdua. Ciuman model ini sangat nikmat dan membangkitkan birahi. Caranya dengan menciumkan bibir, lalu lidah digerak-gerakkan mirip seperti mengulum permen. Majukan ujung bibir dan buka sedikit, lalu lidah masuk ke daerah obyek kuluman. Lakukan gerakan-gerakan lidah dengan menyentuhkan lidah bagian atas maupun bawah sedikit, memberi tekanan-tekanan, terus dilakukakan memutar lidah sehingga tersentuh lidah bagian dan bawah bergantian. Rasanya? Coba sendiri sensasinya.

Kata bini gw, bagian tubuh yang paling efektif (dan nikmat) untuk ciuman model kuluman ini adalah mulut bagian dalam (saling mengulum), puting payudara, klitoris, ujung jari dan ujung telinga.

Ciuman Sedot

Mirip-mirip dengan ciuman kulum di atas. Bedanya, ciuman ini memainkan bibir, bukan lidah untuk membangkitkan sensasi. Mirip-mirip kalau kita minum pakai sedotan. Penekanan teknik sedot ini adalah pada kontraksi otot-otot sekitar mulut, pipi dan leher. Tekniknya adalah dengan melakukan ciuman sembari memberikan sedikit kekuatan sedotan pada daerah-daerah sensitif seperti puting payudara, dada, dan leher.

Ciuman Gigitan

Biasanya dilakuin kalau sudah “on”, karena ciuman ini bisa membangkitkan birahi saat berhubungan seks. Caranya dengan sedikit memberi gigitan lembut pada daerah-daerah rangsangan pasangan anda. Padukan gigitan lembut dengan jilatan lidah supaya sensasi yang ditimbulkannya terasa benar-benar menyengat. Gigit lembut dengan gigi sebentar lalu lepaskan dan ulangi lagi segera.

Bekas gigitan dengan warna merah akan menjadi kenangan indah setelah berhubungan seks. Ciuman model gigitan ini bisa anda lakukan di daerah dada, payudara, puting payudara, punggung, leher, serta paha. Tapi lakukan dengan hati-hati, soalnya kalau terlalu kasar malah bisa menghilangkan birahi.

Yang jelas, lakukan eksplorasi dan inovasi teknik di atas. Gunakan insting dan feeling Anda. Setelah ciuman yang satu, lanjutkan ke ciuman lain biar terjadi akumulasi birahi yang total. Dan lakukan ini ke pasangan Anda yang sah, bukan ke yang lain

Kata para ahli itu, aksi ciuman akan diikuti dengan pelepasan zat-zat kimia yang bisa meredam hormon stres. “Senyawa kimia di ludah bisa jadi merupakan jalan untuk menilai pasangan,” kata Wendy Hill, profesor ahli Neuroscience dari Lafayette College saat acara bertajuk American Association for the Advancement of Science berlangsung.

Dalam sebuah eksperimen, Hill menjelaskan, para pasangan heteroseksual yang adalah siswa college itu mengalami perubahan kadar senyawa kimia oksitosin dan kortisolnya saat mereka melakukan adegan ciuman selama 15 menit sambil mendengarkan musik.

Oksitosin, dikatakan Hill, mempengaruhi keeratan hubungan pasangan, sementara kortisol terkait dengan stres. Senyawa kimia dalam darah dan kelenjar ludah diteliti lalu diperbandingkan saat sebelum dan sesudah ciuman berlangsung.

Baik pria maupun wanita mengalami penurunan kadar kortisol setelah ciuman, menandakan kadar stres juga menurun.

Bagi pria, saat ciuman, menaiknya level oksitosin menandai ketertarikan yang kuat atas pasangannya, sementara pada wanita oksitosinnya justru menurun. “Tentu ini mengejutkan,” ujar Hill.

Dalam sebuah uji coba kelompok yang menelaah efek berpegangan tangan, perubahan kimiawi juga terjadi dalam aksi ini, tetapi tak banyak yang bisa diungkapkan atau hasilnya tak jauh beda. Eksperimen ini, kata Hill, dilakukan di pusat kesehatan siswa di college tersebut. Dia berencana akan mengulanginya dengan rancangan “dalam suasana yang lebih romantis.”

Bersama dengan Helen Fisher dari Rutgers University dan Donald Lateiner dari Ohio University, Hill bicara di sesi berjudul “The Science of Kissing.”

Fisher sendiri mencatat, lebih dari 90 persen masyarakat dunia melakukan ciuman. Tindakan ini diyakininya memiliki tiga komponen antara lain dorongan seks, cinta romantis, dan keterikatan dengan seseorang.

Dorongan seks mendorong seseorang untuk menilai dan menentukan pasangan masing-masing, sementara cinta romantik menyebabkan mereka memfokuskan diri pada seorang individu; dan keterikatan pada seseorang, katanya, membuat seseorang membiarkan pribadi ini dalam jangka waktu lama membesarkan anak bersama-sama.

Pria, katanya, cenderung berpikir bahwa ciuman merupakan awal nge-seks atau kopulasi. Dia tegaskan, pria cenderung lebih suka sembarang cium. Meski begitu, senyawa kimia testosteron pria dapat segera bercampur di ludah wanita. Testosteron meningkatkan dorongan seksual bagi pria dan wanita.

“Saat Anda mencium, bagian tertentu di otak aktif,” tambahnya. Cinta romantik dapat berlangsung lama, “Jika Anda mencium orang yang tepat.”

Lateiner, sarjana ilmu klasik, mengobservasi bahwa ciuman kadang muncul dalam seni Yunani dan Romawi, meski secara luas dilakukan di samping kegiatan mencium kulit seseorang. Karena itu, berpotensi berbahaya bagi kehidupan seseorang kalau ciuman itu dilakukan pada orang yang salah dan saat yang kurang tepat.

Secara umum, ilmu pengetahuan tentang mencium—philematology—masih terus dijalankan. Demikian simpul Hill.

Sumber :
  1. http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.benih.net/wp-content/uploads/2008/06/540870500_f8c45ed6ce.jpg&imgrefurl=http://www.benih.net/lifestyle/gaya-hidup/tips-trik-ciuman.html&usg=__MhHdg1heVMyAL4c4cPXtqGlMOZI=&h=375&w=500&sz=106&hl=id&start=5&tbnid=tXu7qzSQQ0l4CM:&tbnh=98&tbnw=130&prev=/images%3Fq%3Dciuman%26gbv%3D2%26hl%3Did%26sa%3DG
  2. http://www.tipstrik.com/tips-sex/560.html

2009年7月8日星期三

CAPEK DEH

CAPEK DEH
By : Keloe 2000

Kalo membaca tulisan diatas, rasanya pasti aneh. ya... sudah pasti. namun ketika kita membayangkan bilamana kita selalu saja melihat orang lain membicarakan kita, melihat orang melakukan gaya-gaya aneh cuma sekedar menarik perhatian kita, rasanya pernyataan diatas bisa dapat dimaklumi.

Apa yahhh?? seperti kalo setiap hari nama kita jadi headline news acara gosip, atau seputar selebritis kampus, atau mungkin yang lebih gila lagi adalah Playboy cap mangga. (capcay juga boleh).

Kebiasaan orang indonesia adalah terlalu banyak nonton acara KISS (Kisah Seputar Selebriti), Termehek-mehek, PLESTER ( Plesetan Misteri), yup.. itulah budaya kita (mereka-tidak termasuk aku). Duduk sedikit, banyak bicara. ketawa sendiri lalu bicara. menangis sendiri lalu tertawa. Semakin lama-semakin panas. laksana ban berputar, seperti waktu yang berganti merubah suasana.

Aku sering memikirkan kenapa ya mereka suka membicarakan orang lain? namun kadang-kadang kita bangga juga jadi bahan gunjingan. kita menjadi orang penting (asalkan bicaranya positif). itu sebabnya aku suka ketawa ketika melihat teman-teman mulai telihat dalam perbincangan serius dalam suatu forum (kelompok_arisan). nanti aku mau mengusulkan kepada dewan menteri agar dalam kabinet kalau bisa ditambahkan satu menteri dan satu departemen yaitu departemen ARISAN DALAM NEGERI. latar belakang utama yaitu Jumlah penduduk Dunia mayoritas didominasi oleh kaum Hawa. untuk itu kita perlu mendukung dan meberi kebebasan dalam menyampaikan aspirasi termasuk didalamnya BERGOSIP RIA (asal tetangga rumah para Ibu yang suka gosip tidak melempari rumahnya dengan telur busuk).

ASKEP MOLA HIDATOSA


ASUHAN KEPERAWATAN MOLA HIDATOSA

By US RADJAH

Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang ASKEP MOLA HIDATOSA, terlebih dahulu perlu dikenalkan tentang anatomi dan fisiologi Uterus seperti yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

Anatomi Fisiologi

Anatomi Uterus adalah organ yang tebal, berotot, berbentuk buah pear, terletak dalam rongga panggul kecil di antara kandung kemih dan anus, ototnya desebut miometrium dan selaput lendir yang melapisi bagian dalamnya disebut endometrium. Peritonium menutupi sebagian besar permukaan luar uterus, letak uterus sedikit anteflexi pada bagian lehernya dan anteversi (meliuk agak memutar ke depan) dengan fundusnya terletak di atas kandung kencing. Bagian bawah bersambung dengan vagina dan bagian atasnya tuba uterin masuk ke dalamnya. Ligamentum latum uteri dibentuk oleh dua lapisan peritoneum, di setiap sisi uterus terdapat ovarium dan tuba uterina. Panjang uterus 5 – 8 cm dengan berat 30 – 60 gram. (Verrals, Silvia, 2003 : 164).


Uterus terbagi atas 3 bagian yaitu :

a). Fundus : bagian lambung di atas muara tuba uterine

b). Badan uterus : melebar dari fundus ke serviks

c). Isthmus : terletak antara badan dan serviks

Bagian bawah serviks yang sempit pada uterus disebut serviks. Rongga serviks bersambung dengan rongga badan uterus melalui os interna (mulut interna) dan bersambung dengan rongga vagina melalui os eksterna.


Ligamentum pada uterus : ada dua buah kiri dan kanan. Berjalan melalui annulus inguinalis, profundus ke kanalis iguinalis. Setiap ligamen panjangnya 10 – 12,5 cm, terdiri atas jaringan ikat dan otot, berisi pembuluh darah dan ditutupi peritoneum.Peritoneum di antara kedua uterus dan kandung kencing di depannya, membentuk kantong utero-vesikuler. Di bagian belakang, peritoneum membungkus badan dan serviks uteri dan melebar ke bawah sampai fornix posterior vagina, selanjutnya melipat ke depan rectum dan membentuk ruang retri-vaginal.


Ligamentum latum uteri : Peritoneum yang menutupi uterus, di garis tengh badan uterus melebar ke lateral membentuk ligamentum lebar, di dalamnya terdapat tuba uterin, ovarium diikat pada bagian posterior ligamentum latum yang berisi darah dan saluran limfe untuk uterus maupun ovarium.


Fisiologi

Untuk menahan ovum yang telah dibuahi selama perkembangan sebutir ovum, sesudah keluar dari overium diantarkan melalui tuba uterin ke uterus (pembuahan ovum secara normal terjadi dalam tuba uterin) sewaktu hamil yang secara normal berlangsung selama 40 minggu, uterus bertambah besar, tapi dindingnya menjadi lebih tipis tetapi lebih kuat dan membesar sampai keluar pelvis, masuk ke dalam rongga abdomen pada masa fetus.Pada umumnya setiap kehamilan berakhir dengan lahirnya bayi yang sempurna. Tetapi dalm kenyataannya tidak selalu demikian. Sering kali perkembangan kehamilan mendapat gangguan. Demikian pula dengan penyakit trofoblast, pada hakekatnya merupakan kegagalan reproduksi. Di sini kehamilan tidak berkembang menjadi janin yang sempurna, melainkan berkembang menjadi keadaan patologik yang terjadi pada minggu-minggu pertama kehamilan, berupa degenerasi hidrifik dari jonjot karion, sehingga menyerupai gelembung yang disebut ”mola hidatidosa”. Pada ummnya penderita ”mola hidatidosa akan menjadi baik kembali, tetapi ada diantaranya yang kemudian mengalami degenerasi keganasan yang berupa karsinoma.(Wiknjosastro, Hanifa, 2002 : 339)

Definisi

  1. Mola hidatidosa (hamil anggur) adalah kelainan di dalam kehamilan dimana jaringan plasenta (ari-ari) berkembang dan membelah terus menerus dalam jumlah yang berlebihan. Mola dapat mengandung janin (mola parsial) atau tidak terdapat janin di dalamnya (mola komplit). Pada kebanyakan kasus, mola tidak berkembang menjadi keganasan, namun sekitar 2-3 kasus per 1000 wanita, mola dapat berubah menjadi ganas dan disebut koriokarsinoma. Kemungkinan terjadinya mola berulang berkisar 1 dari 1000 wanita. Kadar hormon yang dihasilkan oleh mola hidatidosa lebih tinggi dari kehamilan biasa.
  2. Mola Hidatosa adalah Kehamilan Abnormal dengan ciri-ciri stroma vilus korialis langka vaskularisasi dan edematus
  3. Mola Hidatidosa (Hamil Anggur) adalah suatu massa atau pertumbuhan di dalam rahim yang terjadi pada awal kehamilan.
  4. Mola hidatidosa adalah chorionic villi (jonjotan/gantungan) yang tumbuh berganda berupa gelembung-gelembung kecil yang mengandung banyak cairan sehingga menyerupai buah anggur atau mata ikan. Karena itu disebut juga hamil anggur atau mata ikan. (Mochtar, Rustam, dkk, 1998 : 23)
  5. Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal, dengan ciri-ciri stoma villus korialis langka, vaskularisasi dan edematus. Janin biasanya meninggal akan tetapi villus-villus yang membesar dan edematus itu hidup dan tumbuh terus, gambaran yang diberikan adalah sebagai segugus buah anggur. (Wiknjosastro, Hanifa, dkk, 2002 : 339)
  6. Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal di mana hampir seluruh villi kariolisnya mengalami perubahan hidrofobik.(Mansjoer, Arif, dkk, 2001 : 265)
  7. Mola hidatidosa adalah kelainan villi chorialis yang terdiri dari berbagai tingkat proliferasi tropoblast dan edema stroma villi. (Jack A. Pritchard, dkk, 1991 : 514)
  8. Mola hidatidosa adalah pembengkakan kistik, hidropik, daripada villi choriales, sdisertai proliperasi hiperplastik dan anaplastik epitel chorion. Tidak terbentuk fetus ( Soekojo, Saleh, 1973 : 325).
  9. Mola hidatidosa adalah perubahan abnormal dari villi korionik menjadi sejumlah kista yang menyerupai anggur yang dipenuhi dengan cairan. Embrio mati dan mola tumbuh dengan cepat, membesarnya uterus dan menghasilkan sejumlah besar human chorionic gonadotropin (hCG) (Hamilton, C. Mary, 1995 : 104)

Gambar 1. Mola Hidatidosa (hamil anggur)

Penyebab

Sejauh ini penyebabnya masih belum diketahui. Diperkirakan bahwa faktor-faktor seperti gangguan pada telur, kekurangan gizi pada ibu hamil, dan kelainan rahim berhubungan dengan peningkatan angka kejadian mola. Wanita dengan usia dibawah 20 tahun atau diatas 40 tahun juga berada dalam risiko tinggi. Mengkonsumsi makanan rendah protein, asam folat, dan karoten juga meningkatkan risiko terjadinya mola.

Ada beberapa teori yang dihubungkan dengan penyebab mola hidatosa antara lain bahwa :

1. Faktor ovum : ovum memang sudah patologik sehingga mati , tetapi terlambat dikeluarkan.

Imunoselektif dari tropoblast
2. Keadaan sosio-ekonomi yang rendah

3. Paritas tinggie.Kekurangan protein.Infeksi virus dan faktor kromosom yang belum jelas

(Mochtar, Rustam ,1998 : 23)

Tanda dan gejala

Tanda dan gejala kehamilan dini didapatkan pada mola hidatidosa. Kecurigaaan biasanya terjadi pada minggu ke 14 - 16 dimana ukuran rahim lebih besar dari kehamilan biasa, pembesaran rahim yang terkadang diikuti perdarahan, dan bercak berwarna merah darah beserta keluarnya materi seperti anggur pada pakaian dalam. Tanda dan gejala serta komplikasi mola :

1. Mual dan muntah yang parah yang menyebabkan 10% pasien masuk RS

2. Pembesaran rahim yang tidak sesuai dengan usia kehamilan (lebih besar)

3. Gejala – gejala hipertitoidisme seperti intoleransi panas, gugup, penurunan BB yang tidak dapat dijelaskan, tangan gemetar dan berkeringat, kulit lembab

4. Gejala – gejala pre-eklampsi seperti pembengkakan pada kaki dan tungkai, peningkatan tekanan darah, proteinuria (terdapat protein pada air seni)


Patofisiologi
Mola hidatidosa dapat terbagi menjadi :

1. Mola hidatidosa komplet (klasik), jika tidak ditemukan janin

2. Mola hidatidosa inkomplet (parsial), jika disertai janin atau bagian janin.


Ada beberapa teori yang diajukan untuk menerangkan patogenesis dari penyakit trofoblast :

Teori missed abortion.

Mudigah mati pada kehamilan 3 – 5 minggu karena itu terjadi gangguan peredarah darah sehingga terjadi penimbunan cairan masenkim dari villi dan akhirnya terbentuklah gelembung-gelembung.


Teori neoplasma dari Park.

Sel-sel trofoblast adalah abnormal dan memiliki fungsi yang abnormal dimana terjadi reabsorbsi cairan yang berlebihan ke dalam villi sehigga timbul gelembung.


Studi dari Hertig

Studi dari Hertig lebih menegaskan lagi bahwa mola hidatidosa semata-mata akibat akumulasi cairan yang menyertai degenerasi awal atau tiak adanya embrio komplit pada minggu ke tiga dan ke lima. Adanya sirkulasi maternal yang terus menerus dan tidak adanya fetus menyebabkan trofoblast berproliferasi dan melakukan fungsinya selama pembentukan cairan.


(Silvia, Wilson, 2000 : 467)

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah :

1. Serum ß-hCG untuk memastikan kehamilan dan pemeriksaan ß-hCG serial (diulang pada interval waktu tertentu)

2. Ultrasonografi (USG). Melalui pemeriksaan USG kita dapat melihat adakah janin di dalan kantung gestasi (kantung kehamilan) dan kita dapat mendeteksi gerakan maupun detak jantung janin. Apabila semuanya tidak kita temukan di dalam pemeriksaan USG maka kemungkinan kehamilan ini bukanlah kehamilan yang normal

3. Foto roentgen dada

Tatalaksana

Mola harus dikeluarkan seluruhnya dari dalam rahim yang biasanya dilakukan melalui tindakan dilatasi dan kuretase atau lebih dikenal sebagai kuret. Sebagai alternatif dapat digunakan obat oksitosin atau prostaglandin untuk membuat rahim berkontraksi dan mengeluarkan isinya. Setelah itu tindakan kuretase tetap harus dilakukan untuk memastikan rahim sudah bersih.

Ibu harus memeriksakan darah dan air seninya secara teratur selama 1 tahun setelah dilakukannya tindakan untuk memastikan hormon hCG kembali normal dan tidak ada pertumbuhan jaringan plasenta lagi. Apabila terapi berhasil dengan baik maka wanita pada umumnya dapat kembali hamil lagi jika mereka menginginkannya. Namun penting untuk diingatkan bahwa sebaiknya wanita dengan mola tidak hamil terlebih dahulu selama 12 bulan pertama.

Gambar 2. Mola Hidatidosa (hamil anggur)

Pencegahan

Karena pengertian dan penyebab dari mola masih belum diketahui secara pasti maka kejadian mola hidatidosa sulit untuk dicegah. Bagaimanapun juga, nutrisi ibu yang baik dapat menurunkan risiko terjadinya mola.

PENGOBATAN
Mola harus dibuang seluruhnya, biasanya jika tidak terjadi aborsi spontan dan diagnosisnya sudah pasti, dilakukan aborsi terapeutik melalui prosedur dilatasi & kuretase.

Setelah prosedur tersebut, dilakukan pengukuran kadar HCG untuk mengetahui apakah seluruh mola telah terbuang.
Jika seluruh mola telah terbuang, maka dalam waktu 8 minggu kadar HCG akan kembali normal.
Wanita yang pernah menjalani pengobatan untuk mola sebaiknya tidak hamil dulu dalam waktu 1 tahun.

2-3% kasus mola bisa berkembang menjadi keganasan (koriokarsinoma).
Pada koriokarsinoma diberikan kemoterapi yaitu metotreksat, daktinomisin atau kombinasi kedua obat tersebut.


KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

Proses keperawatan adalah metode kerja dalam pemberian pelayanan keperawatan untuk menganalisa masalah pasien secara sistematis, menentukan cara pemecahannya, melakukan tindakan dan mengevaluasi hasil tindakan yang telah dilaksanakan.

Proses keperawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan untuk menetapkan, merencanakan danmelaksanakan pelayanan keperawatan dalam rangka membantu klien untuk mencapai dan memelihara kesehatannya seoptimal mungkin. Tindakan keperawatan tersebut dilaksanakan secara berurutan, terus menerus, saling berkaitan dan dinamis.


Pengkajian

Pengkajian adalah pendekatan sistematis untuk mengumpulkan data dan menganalisanya sehingga dapat diketahui masalah dan kebutuhan perawatan bagi klien.

Adapun hal-hal yang perlu dikaji adalah :

Ø Biodata : mengkaji identitas klien dan penanggung yang meliputi ; nama, umur, agama, suku bangsa, pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, perkawinan ke- , lamanya perkawinan dan alamat


Ø Keluhan utama : Kaji adanya menstruasi tidak lancar dan adanya perdarahan pervaginam berulang


Ø Riwayat kesehatan , yang terdiri atas :

1) Riwayat kesehatan sekarang yaitu keluhan sampai saat klien pergi ke Rumah Sakit atau pada saat pengkajian seperti perdarahan pervaginam di luar siklus haid, pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan.

2) Riwayat kesehatan masa lalu


Ø Riwayat pembedahan : Kaji adanya pembedahan yang pernah dialami oleh klien, jenis pembedahan , kapan , oleh siapa dan di mana tindakan tersebut berlangsung.


Ø Riwayat penyakit yang pernah dialami : Kaji adanya penyakit yang pernah dialami oleh klien misalnya DM , jantung , hipertensi , masalah ginekologi/urinary , penyakit endokrin , dan penyakit-penyakit lainnya.


Ø Riwayat kesehatan keluarga : Yang dapat dikaji melalui genogram dan dari genogram tersebut dapat diidentifikasi mengenai penyakit turunan dan penyakit menular yang terdapat dalam keluarga.


Ø Riwayat kesehatan reproduksi : Kaji tentang mennorhoe, siklus menstruasi, lamanya, banyaknya, sifat darah, bau, warna dan adanya dismenorhoe serta kaji kapan menopause terjadi, gejala serta keluahan yang menyertainya


Ø Riwayat kehamilan , persalinan dan nifas : Kaji bagaimana keadaan anak klien mulai dari dalam kandungan hingga saat ini, bagaimana keadaan kesehatan anaknya.


Ø Riwayat seksual : Kaji mengenai aktivitas seksual klien, jenis kontrasepsi yang digunakan serta keluahn yang menyertainya.


Ø Riwayat pemakaian obat : Kaji riwayat pemakaian obat-obatankontrasepsi oral, obat digitalis dan jenis obat lainnya.


Ø Pola aktivitas sehari-hari : Kaji mengenai nutrisi, cairan dan elektrolit, eliminasi (BAB dan BAK), istirahat tidur, hygiene, ketergantungan, baik sebelum dan saat sakit.


Pemeriksaan fisik, meliputi :

Inspeksi adalah proses observasi yang sistematis yang tidak hanya terbatas pada penglihatan tetapi juga meliputi indera pendengaran dan penghidung.

Hal yang diinspeksi antara lain :

mengobservasi kulit terhadap warna, perubahan warna, laserasi, lesi terhadap drainase, pola pernafasan terhadap kedalaman dan kesimetrisan, bahasa tubuh, pergerakan dan postur, penggunaan ekstremitas, adanya keterbatasan fifik, dan seterusnya


Palpasi adalah menyentuh atau menekan permukaan luar tubuh dengan jari.

ü Sentuhan : merasakan suatu pembengkakan, mencatat suhu, derajat kelembaban dan tekstur kulit atau menentukan kekuatan kontraksi uterus.

ü Tekanan : menentukan karakter nadi, mengevaluasi edema, memperhatikan posisi janin atau mencubit kulit untuk mengamati turgor.

ü Pemeriksaan dalam : menentukan tegangan/tonus otot atau respon nyeri yang abnormal


Perkusi adalah melakukan ketukan langsung atau tidak langsung pada permukaan tubuh tertentu untuk memastikan informasi tentang organ atau jaringan yang ada dibawahnya.

ü Menggunakan jari : ketuk lutut dan dada dan dengarkan bunyi yang menunjukkan ada tidaknya cairan , massa atau konsolidasi.

ü Menggunakan palu perkusi : ketuk lutut dan amati ada tidaknya refleks/gerakan pada kaki bawah, memeriksa refleks kulit perut apakah ada kontraksi dinding perut atau tidak


Auskultasi adalah mendengarkan bunyi dalam tubuh dengan bentuan stetoskop dengan menggambarkan dan menginterpretasikan bunyi yang terdengar. Mendengar : mendengarkan di ruang antekubiti untuk tekanan darah, dada untuk bunyi jantung/paru abdomen untuk bising usus atau denyut jantung janin.

(Johnson & Taylor, 2005 : 39)


Pemeriksaan laboratorium :

ü Darah dan urine serta pemeriksaan penunjang : rontgen, USG, biopsi, pap smear.

ü Keluarga berencana : Kaji mengenai pengetahuan klien tentang KB, apakah klien setuju, apakah klien menggunakan kontrasepsi, dan menggunakan KB jenis apa.


Data lain-lain :

ü Kaji mengenai perawatan dan pengobatan yang telah diberikan selama dirawat di RS.Data psikososial.

ü Kaji orang terdekat dengan klien, bagaimana pola komunikasi dalam keluarga, hal yang menjadi beban pikiran klien dan mekanisme koping yang digunakan.

ü Status sosio-ekonomi : Kaji masalah finansial klien

ü Data spiritual : Kaji tentang keyakinan klien terhadap Tuhan YME, dan kegiatan keagamaan yang biasa dilakukan.


Diagnosa Keperawatan yang Lazim Muncul

Secara singkat diagnosa keperawatan dapat diartikan : Sebagai rumusan atau keputusan atau keputusan yang diambil sebagai hasil dari pengkajian keperawatan. Diagnosa keperawatan adalah pernyataan yang digambarkan sebagai respon seseorang atau kelompok (keadan kesehatan yang merupakan keadaan aktual maupun potensial) dimana perawat secara legal mengidentifikasi, menetapkan intervensi untuk mempertahankan keadaan kesehatan atau menurunkan. (Carpenito, Lynda, 2001: 45)


Diagnosa keperawatan yang lazim muncul pada kasus ”mola hidatidosa” adalah :

1. Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan

2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan

3. Gangguan pola tidur berhubungan dengan adanya nyeri

4. Gangguan rasa nyaman : hipertermi berhubungan dengan proses infeksi

5. Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan

6. Risiko nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual muntah

7. Risiko terjadi infeksi berhubungan dengan tindakan kuretase

8. Risiko terjadinya gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan adanya perdarahan


Intervensi
Merupakan tahapan perencanaan dari proses keperawatan merupakan tindakan menetapkan apa yang akan dilakukan untuk membantu klien, memulihkan, memelihara dan meningkatkan kesehatannya.


Perencanaan keperawatan adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk menanggulangi masalah sesuai dengan diagnosa keperawatan yang telah ditentukan Tujuan :

1. Sebagai alat komunikasi antar teman sejawat dan tenaga kesehatan lain

2. Meningkatkan keseimbangan asuhan keperawatan


Langkah-langkah penyusunan :

1. Menetapkan prioritas masalah

2. Merumuskan tujuan keperawatan yang akan dicapai

3. Menentukan rencana tindakan keperawatan


DIAGNOSA I

Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan

Tujuan : Klien akan meninjukkan nyeri berkurang/hilang

Kriteria Hasil :

ü Klien mengatakan nyeri berkurang/hilang

ü Ekspresi wajah tenang

ü TTV dalam batas normal


Intervensi :

1) Kaji tingkat nyeri, lokasi dan skala nyeri yang dirasakan klien

Rasional : Mengetahui tingkat nyeri yang dirasakan sehingga dapat membantu menentukan intervensi yang tepat

2) Observasi tanda-tanda vital tiap 8 jam

Rasional : Perubahan tanda-tanda vital terutama suhu dan nadi merupakan salah satu indikasi peningkatan nyeri yang dialami oleh klien

3) Anjurkan klien untuk melakukan teknik relaksasi

Rasional : Teknik relaksasi dapat membuat klien merasa sedikit nyaman dan distraksi dapat mengalihkan perhatian klien terhadap nyeri sehingga dapat mambantu mengurangi nyeri yang dirasakan

4) Beri posisi yang nyaman

Rasional : Posisi yang nyaman dapat menghindarkan penekanan pada area luka/nyeri

5) Kolaborasi pemberian analgetik

Rasional : Obat-obatan analgetik akan memblok reseptor nyeri sehingga nyeri tidat dapat dipersepsikan


DIAGNOSA II

Intoleran aktivitas berhubungan dengan kelemahan

Tujuan : Klien akan menunjukkan terpenuhinya kebutuhan rawat diri

Kriteria Hasil :

ü Kebutuhan personal hygiene terpenuhi

ü Klien nampak rapi dan bersih


Intervensi :

1) Kaji kemampuan klien dalam memenuhi rawat diri

Rasional : Untuk mengetahui tingkat kemampuan/ketergantungan klien dalam merawat diri sehingga dapat membantu klien dalam memenuhi kebutuhan hygienenya

2) Bantu klien dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari

Rasional : Kebutuhan hygiene klien terpenuhi tanpa membuat klien ketergantungan pada perawat

3) Anjurkan klien untuk melakukan aktivitas sesuai kemampuannya

Rasional : Pelaksanaan aktivitas dapat membantu klien untuk mengembalikan kekuatan secara bertahap dan menambah kemandirian dalam memenuhi kebutuhannya

4) Anjurkan keluarga klien untuk selalu berada di dekat klien dan membantu memenuhi kebutuhan klien

Rasional : Membantu memenuhi kebutuhan klien yang tidak terpenuhi secara mandiri


DIAGNOSA III

Gangguan pola tidur berhubungan dengan adanya nyeri

Tujuan : Klien akan mengungkapkan pola tidurnya tidak terganggu

Kriteria Hasil :

ü Klien dapat tidur 7-8 jam per hari

ü Konjungtiva tidak anemis


Intervensi :

1) Kaji pola tidur

Rasional : Dengan mengetahui pola tidur klien, akan memudahkan dalam menentukan intervensi selanjutnya

2) Ciptakan lingkungan yang nyaman dan tenang

Rasional :Memberikan kesempatan pada klien untuk beristirahat

3) Anjurkan klien minum susu hangat sebelum tidur

Rasional :Susu mengandung protein yang tinggi sehingga dapat merangsang untuk tidur

4) Batasi jumlah penjaga klien

Rasional : Dengan jumlah penjaga klien yang dibatasi maka kebisingan di ruangan dapat dikurangi sehingga klien dapat beristirahat

5) Memberlakukan jam besuk

Rasional : Memberikan kesempatan pada klien untuk beristirahat

6) Kolaborasi dengan tim medis pemberian obat tidur Diazepam

Rasional : Diazepam berfungsi untuk merelaksasi otot sehingga klien dapat tenang dan mudah tidur


DIAGNOSA IV

Gangguan rasa nyaman : hipertermi berhubungan dengan proses infeksi

Tujuan : Klien akan menunjukkan tidak terjadi panas

Kriteria Hasil :

ü Tanda-tanda vital dalam batas normal

ü Klien tidak mengalami komplikasi


Intervensi :

1) Pantau suhu klien, perhatikan menggigil/diaforesis

Rasional : Suhu diatas normal menunjukkan terjadinya proses infeksi, pola demam dapat membantu diagnosa

2) Pantau suhu lingkungan

Rasional : Suhu ruangan harus diubah atau dipertahankan, suhu harus mendekati normal

3) Anjurkan untuk minum air hangat dalam jumlah yang banyak

Rasional : Minum banyak dapat membantu menurunkan demam

4) Berikan kompres hangat

Rasional : Kompres hangat dapat membantu penyerapan panas sehingga dapat menurunkan suhu tubuh

5) Kolaborasi pemberian obat antipiretik

Rasional : Digunakan untuk mengurangi demam dengan aksi pada hipothalamus


DIAGNOSA V

Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan

Tujuan : Klien akan menunjukkan kecemasan berkurang/hilang

Kriteria Hasil :

ü Ekspresi wajah tenang

ü Klien tidak sering bertanya tentang penyakitnya


Intervensi :

1) Kaji tingkat kecemasan klien

Rasional : Mengetahui sejauh mana kecemasan tersebut mengganggu klien

2) Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya

Rasional : Ungkapan perasaan dapat memberikan rasa lega sehingga mengurangi kecemasan

3) Mendengarkan keluhan klien dengan empati

Rasional : Dengan mendengarkan keluahan klien secara empati maka klien akan merasa diperhatikan

4) Jelaskan pada klien tentang proses penyakit dan terapi yang diberikan

Rasional : menambah pengetahuan klien sehingga klien tahu dan mengerti tentang penyakitnya

5) Beri dorongan spiritual/support

Rasional : Menciptakan ketenangan batin sehingga kecemasan dapat berkurang


DIAGNOSA VI

Risiko nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual muntah

Tujuan : Klien akan mengungkapkan nutrisi terpenuhi

Kriteria Hasil :

ü Nafsu makan meningkat

ü Porsi makan dihabiskan


Intervensi :

1) Kaji status nutrisi klien

Rasional : Sebagai awal untuk menetapkan rencana selanjutnya

2) Anjurkan makan sedikit demi sedikit tapi sering

Rasional : Makan sedikit demi sedikit tapi sering mampu membantu untuk meminimalkan anoreksia

3) Anjurkan untuk makan makanan dalam keadaan hangat dan bervariasi

Rasional : Makanan yang hangat dan bervariasi dapat menbangkitkan nafsu makan klien

4) Timbang berat badan sesuai indikasi

Rasional : Mengevaluasi keefektifan atau kebutuhan mengubah pemberian nutrisi

5) Tingkatkan kenyamanan lingkungan termasuk sosialisasi saat makan, anjurkan orang terdekat untuk membawa makanan yang disukai klien

Rasional : Sosialisasi waktu makan dengan orang terdekat atau teman dapat meningkatkan pemasukan dan menormalkan fungsi makanan


DIAGNOSA VII

Risiko terjadi infeksi berhubungan dengan tindakan kuretase

Tujuan : Klien akan terbebas dari infeksi

Kriteria Hasil :

ü Tidak tampak tanda-tanda infeksi

ü Vital sign dalam batas normal


Intervensi :

1) Kaji adanya tanda-tanda infeksi

Rasional : Mengetahui adanya gejala awal dari proses infeksi

2) Observasi vital sign

Rasional : Perubahan vital sign merupakan salah satu indikator dari terjadinya proses infeksi dalam tubuh

3) Observasi daerah kulit yang mengalami kerusakan (luka, garis jahitan), daerah yang terpasang alat invasif (infus, kateter)

Rasional : Deteksi dini perkembangan infeksi memungkinkan untuk melakukan tindakan dengan segera dan pencegahan komplikasi selanjutnya

4) Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian obat antibiotik

Rasional : Anti biotik dapat menghambat pembentukan sel bakteri, sehingga proses infeksi tidak terjadi. Disamping itu antibiotik juga dapat langsung membunuh sel bakteri penyebab infeks.


DIAGNOSA VIII

Risiko terjadinya gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan adanya perdarahan

Tujuan : Klien akan menunjukkan gangguan perfusi jaringan perifer tidak terjadi

Kriteria Hasil :

ü Hb dalam batas normal (12-14 g%)

ü Turgor kulit baik

ü Vital sign dalam batas normal

ü Tidak ada mual muntah


Intervensi :

1) Awasi tanda-tanda vital, kaji warna kulit/membran mukosa, dasar kuku

Rasional :Memberika informasi tentang derajat/keadekuatan perfusi jaringan dan membantu menentukan intervensi selanjutnya

2) Selidiki perubahan tingkat kesadaran, keluhan pusing dan sakit kepala

Rasional : Perubahan dapat menunjukkan ketidak adekuatan perfusi serebral sebagai akibat tekanan darah arterial

3) Kaji kulit terhadap dingin, pucat, berkeringat, pegisian kapiler lambat dan nadi perifer lemah

Rasional :Vasokonstriksi adalah respon simpatis terhadap penurunan volume sirkulasi dan dapat terjadi sebagai efek samping vasopressin

4) Berikan cairan intravena, produk darah

Rasional : Menggantikan kehilangan daran, mempertahankan volume sirkulasi

5) Penatalaksanaan pemberian obat antikoagulan tranexid 500 mg 3×1 tablet

Rasional : Obat anti kagulan berfungsi mempercepat terjadinya pembekuan darah / mengurangi perarahan


DAFTAR PUSTAKA


Carpenito, Lynda, (2001), Buku Saku Diagnosa Keperawatan, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta


Hamilton, C. Mary, 1995, Dasar-dasar Keperawatan Maternitas, edisi 6, EGC, Jakarta


Soekojo, Saleh, 1973, Patologi, UI Patologi Anatomik, Jakarta


Mochtar, Rustam, 1998. Sinopsis Obstetri, Jilid I. EGC. Jakarta


Johnson & Taylor, 2005. Buku Ajar Praktik Kebidanan. EGC. Jakarta


Mansjoer, Arif, dkk. 2001. Kapita Selekta Kedokteran, Jilid I. Media Aesculapius. Jakarta


網誌封存